
Efikasi
Diri Akademik
Menurut
Bandura (dalam Alwisol, 2009), efikasi diri akademik mengacu pada keyakinan
yang berkaitan dengan kemampuan dan kesanggupan seorang pelajar untuk mencapai
dan menyelesaikan tugas-tugas studi dengan target hasil dan waktu yang telah
ditentukan. Efikasi diri akademik mengacu pada pertimbangan seberapa besar
keyakinan seseorang tentang kemampuannya melalukan sejumlah aktivitas belajar
dan kemampuannya menyelesaikan tugas-tugas belajar. Efikasi diri akademik
merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan menyelesaikan tugastugas
akademik yang didasarkan atas kesadaran diri tentang pentingnya pendidikan,
nilai dan harapan pada hasil yang akan dicapai kegiatan belajar.
Aspek-aspek
Efikasi Diri Akademik di antaranya adalah :
1.
Pengharapan Efikasi (efficacy
expentation). Munculnya suatu perilaku yang dipengaruhi adanya persepsi
individu pada kemampuannya berkaitan dengan hasil yang diharapkan.
2.
Pengharapan hasil (outcome
expentation). Perkiraan atau estimasi diri bahwa tingkah laku yang
dilakukan akan mencapai hasil tertentu.
3.
Nilai hasil (outcome
value). Suatu nilai kebermaknaan atas hasil yang diperoleh individu. Nilai
hasil yang sangat berarti mempengaruhi secara kuat motivasi individu untuk
memperoleh keberhasilan kembali.
Sumber-sumber
Efikasi Diri Akademik yaitu :
1.
Performance Accomplishment (hasil
yang telah dicapai) merupakan sumber informasi efikasi yang paling berpengaruh
karena mampu memberikan bukti yang paling nyata tentang mampukah seseorang
untuk mencapai keberhasilan.
2.
Pengalaman vikarius/seolah
mengalami sendiri (Vicarious experience); diperoleh melalui model
sosial. Efikasi diri akan meningkat ketika mengamati keberhasilan orang lain,
sebaliknya efikasi diri akan menurun jika mengamati orang (yang dijadikan
figure) yang kemampuannya kira-kira sama dengan kemampuan dirinya (si pengamat)
ternyata gagal, hingga bisa membuat dirinya tidak mau mengerjakan apa yang
pernah gagal dikerjakan figure tersebut dalam jangka waktu yang lama. Kalau
figure yang diamati berbeda jauh dengan dirinya, pengaruh vikarius tidak besar.
3.
Persuasi sosial (Social
persuation), efikasi diri juga dapat diperoleh, diperkuat atau dilemahkan
melalui persuasi sosial. Dampak dari sumber ini terbatas, tetapi pada kondisi
yang tepat persuasi dari orang lain dapat mempengaruhi efikasi diri. Kondisi
itu adalah rasa percaya kepada pemberi persuasi, dan sifat realistic dari apa
yang dipersuasikan.
4.
Keadaan emosi/fisik (emotional/physiological),
keadaan emosi/fisik yang mengikuti suatu kegiatan akan berpengaruh efikasi diri
dibidang kegiatan itu. Emosi yang kuat, takut, cemas, stress, dapat mengurangi
efikasi diri. Namun bisa juga terjadi, peningkatan emosi dalam batas yang tidak
berlebihan dapat meningkatkan efikasi diri.
